Berita

  • Dialog BEM-Rektor: Dari Embung, Kampus Ngaliyan, sampai Mahasiswa Miskin

    Jumat, 05 Februari 2010 07:32:14

    Semarang, unnes.ac.id.

    Apa relevansinya embung dengan pendidikan? Apa buktinya Unnes memerhatikan mahasiswa dan calon mahasiswa dari keluarga miskin? Benarkah kampus Karanganyar (Ngaliyan) dan Tegal kurang mendapatkan perhatian?

    Pertanyaan-pertanyaan bernada menggugat itu mengemuka pada dialog fungsionaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unnes dengan pucuk pimpinan perguruan tinggi ini, Rabu malam (3/1), di ruang Vicon Rektorat kampus Sekaran.

    Hadir dalam dialog yang dipandu oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Masrkhi MPd itu, Rektor Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo MSi, Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof Dr Supriadi Rustad, Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Prof Dr Fathur Rokhman, para pembantu dekan bidang kemahasiswaan, dan beberapa pejabat lainnya. Sedangkan Presiden Mahasiswa Muhammad Nursodiq hadir bersama puluhan anggota kabinetnya.

    "Kita sudah membulatkan tekad untuk mewujudkan Unnes sebagai universitas konservasi. Keberadaan embung merupakan bagian kecil dari wujud komitmen Unnes untuk turut merawat air. Dengan embung, air hujan tertampung, sebaliknya pada saat kemarau ia bisa menjadi sumber untuk mendapatkan air. Embung, selain menjadi area resapan, ruang publik terbuka, juga sekaligus pengingat bagi kita, betapa pentingnya air bagi kita," kata Rektor.

    Perhatikan Ngaliyan

    Terhadap anggapan sikap penganaktirian terhadap kampus Pendididkan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Ngaliyan dan Tegal, Rektor menegaskan, perhatian selalu diberikan secara proporsional. "Sempat muncul usulan, bukankah sebaiknya keduanya diintegrasikan ke Sekaran. Saya katakan, jangan. Justru keduanya mesti dikembangkan," ungkap Rektor seraya mengatakan, belum genap sepekan dirinya juga berada di kampus tersebut.

    Pada bagian lain, Pembantu Rektor Bidang Akademik menjelaskan tentang upaya Unnes untuk membuktikan diri promahasiswa miskin. "Ini bahkan telah kita mulai dari seleksi penerimaan mahasiswa baru universitas (SPMU). Ketika perguruan tinggi lain sambat karena kalau dihitung-hitung harus tombok dalam pemberian beasiswa full study Program Bidik Misi Dikti, Unnes pagi-pagi sudah menegaskan menyalurkan semuanya. Sebab, kita menempatkan ini sebagian dari misi pendidikan, bukan bisnis," kata Prof Supriadi.

    Sekadar catatan, dalam SPMU yang pendaftarannya berakhir 31 Januari lalu, akan direkrut 300 penerima beasiswa Bidik Misi. Sisanya, 100 penerima, akan diseleksi melalui SPMU jalur khusus beasiswa. "Jadi, akan kami selenggarakan lagi SPMU khusus beasiswa, karena Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi dan SPMB Nusantara tidak memungkinkan untuk itu. Bidik Misi harus diselenggarakan secara mandiri oleh perguruan tinggi," katanya.

    Disebutkan pula, di luar itu, Unnes menyediakan beasiswa khusus untuk mahasiswa dari wilayah terpencil dengan jaminan pekerjaan dari pemerintah daerah setempat. "Selain itu, beasiswa yang selama ini ada, akan terus dilanjutkan," tandasnya.

    Menanggapi pertanyaan mahasiswa tentang SPL yang besarannya meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, Rektor menegaskan, tidak ada tarikan apa pun dari mahasiswa untuk pembangunan gedung. "Dengan SPL sebesar itu, mau apa-apa nanti mahasiswa angkatan 2010 sudah tidak dikenai tarikan apa pun, mulai dari PPL, PKL, ujian skripsi, sampai dengan wisuda," kata Rektor.

  • Dikirim oleh: Sucipto Hadi Purnomo
  • Dibaca: 809 kali
  • Lainnya...